Mahasiswa S2 Unair Ajak UMKM Berinovasi Menu Bakso Tewel, Pemasaran Meningkat 91 Persen. 

banner 468x60

SURABAYA | piknikmania.com Delapan mahasiswa S2 Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Peminatan Industri Kreatif Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair) menginisiasi Workshop Culinary Innovation for UMKM pada 20 Juli 2026 lalu. Tim mahasiswa yang terdiri dari Affan Ghaffar Ahmad, Andreas Fajar Nugroho, Ayuni Putri Kusuma, Haris Sofwanul Faqih, Hidayatul Fitriyani, Nadhefa Naufalillah, Rayhan Yoga, dan Tiara Putri ini merancang pelatihan interaktif guna mendorong efisiensi produksi dan daya saing pelaku usaha kecil.Kegiatan ini diselenggarakan sebagai skema rekognisi pengganti Ujian Akhir Semester (UAS) pada mata kuliah Wirausaha Fashion dan Kuliner.

Selasa, 8 September 2026

banner 336x280

Aktivitas tersebut merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk “Penguatan Bisnis Wanita Wirausaha Melalui PKM Peningkatan Kapasitas Produksi dan Branding pada Warung Makan Bu Ulfa” yang dipimpin oleh tiga dosen Unair: Tri Siwi Agustina, Puput Tri Komalasari, dan Bambang Suharto. Tak hanya mendampingi Bu Ulfa sebagai mitra utama, para mahasiswa juga merangkul 14 pelaku UMKM kuliner lain di Surabaya agar dampak pemberdayaan makin meluas.

Dapur produksi Manajemen Perhotelan Fakultas Vokasi Kampus B Unair dipilih menjadi lokasi workshop. Mahasiswa menghadirkan dua pakar kuliner, yakni Icus Affandi (Beverage Specialist dan Pemilik Syrup Yasmin) serta Achmad Zainudin (Chef dan Pengajar Manajemen Perhotelan Unair). Pelatihan ini memfokuskan para peserta untuk menekan biaya produksi sekecil mungkin tanpa menurunkan kualitas rasa maupun keindahan tampilan produk.

Metode DORA (Doing-Observation-Reflection-Action) diterapkan langsung oleh mahasiswa selama pelatihan. Pada tahap Doing, peserta diajak mengolah bahan masakan di dapur. Penilaian praktika pembuatan Bakso Tewel (nangka muda) oleh Chef menunjukkan skor tinggi, baik dari sisi aroma, penampilan, hingga tekstur kenyal khas bakso.

Memasuki tahap Observation dan Reflection, para peserta menguji coba resep secara mandiri di rumah. Pada uji cita rasa (test food) pertama tanggal 26 Juli 2026, olahan bakso Bu Ulfa dan peserta lain sempat dinilai agak lembek. Berdasarkan masakan dan evaluasi tersebut, Bu Ulfa melangkah ke tahap Action dengan terus menyempurnakan resep hingga 19 Agustus 2026. Hasilnya, ia berhasil menciptakan formulasi Bakso Tewel bertekstur padat yang lezat, yang kemudian dikembangkan menjadi variasi menu baru seperti Mie Ayam Toping Ceker Bakso Tewel dan Capcay.

Efektivitas pelatihan yang digagas mahasiswa S2 ini terukur jelas melalui lembar evaluasi. Pemahaman materi bisnis dan teknis kuliner peserta melonjak tajam, dari rerata 50 persen (pre-test) menjadi 91,33 persen (post-test). Peningkatan jawaban benar mencapai 82,67 persen dibandingkan hasil tes awal.

Inisiatif para mahasiswa Pascasarjana Unair ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman langsung sanggup mencetak wirausaha yang adaptif. Pengolahan bahan pangan lokal menjadi olahan bernilai jual tinggi ini menjadi bukti nyata hadirnya insan akademis dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed