Probolinggo | Rakyatjelata.com – Kecelakaan tragis terjadi di kawasan wisata Gunung Bromo, Minggu (6/7) dini hari. Sebuah jeep wisata milik travel agent Dolan Adventure yang mengangkut rombongan open trip terjun ke jurang di jalur menuju puncak Penanjakan, salah satu spot favorit untuk menyaksikan matahari terbit.
Senen,7 Juli 2025
Jeep jenis Japan yang memuat sembilan orang—terdiri dari tujuh wisatawan, satu pemandu wisata, dan satu sopir—dilaporkan hilang kendali saat melaju di jalur menanjak. Menurut keterangan saksi, kendaraan sempat melaju dengan kecepatan tinggi dan berusaha menyalip kendaraan lain, sebelum akhirnya menabrak pembatas jalan dan terjun ke jurang sedalam 5 hingga 10 meter.
“Mobilnya tiba-tiba oleng waktu mau belok, sopirnya sempat istighfar dan berusaha membelokkan setir, tapi nggak bisa. Akhirnya nabrak pembatas dan langsung jatuh ke bawah,” ujar Wanda, salah satu penumpang yang selamat.
Wanda mengaku sempat tidak sadarkan diri setelah jeep terguling beberapa kali. Saat siuman, ia menemukan dirinya dalam posisi tengkurap di antara ranting pepohonan. Beberapa penumpang lainnya juga mengalami luka, bahkan ada yang sempat terlempar keluar dari kendaraan.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 01.40 WIB, hanya beberapa menit setelah rombongan berangkat dari basecamp. Proses evakuasi dibantu oleh rombongan wisata lain yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. Para korban kemudian dibawa ke RSUD Tumpang, namun mereka mengeluhkan kurangnya pelayanan medis yang memadai.
“Memar, luka kepala, bahkan ada yang tulangnya retak tapi todak langsung terdeteksi. Akhirnya kami harus pindah ke rumah sakit lain untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Mery, salah satu korban lainnya.
Menanggapi kejadian ini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari, S.T, MMA menyayangkan adanya pelanggaran terhadap standar keselamatan dalam operasional wisata.
“Silakan ditanyakan ke pihak kabupaten. Pemprov sudah sering memberikan edukasi soal wisata aman dan nyaman. Ada surat edaran resmi terkait hal itu. Soal tanggung jawab dan standarisasi, tanyakan juga ke paguyuban. Sembilan orang dalam satu mobil jeep itu jelas overload, melanggar aturan,” ujar Evy kepada Rakyatjelata.com.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara wisata terkait pertanggungjawaban atas insiden tersebut. (Ki/Red)






